WELCOME EMANUEL GERE BLOG
WELCOME MY BLOG
Minggu, 31 Oktober 2010
Rabu, 27 Oktober 2010
Belajar berbagai bahasa dengan Google Translate
Jika kita biasanya belajar bahasa inggris dengan menggunakan kamus dalam bentuk buku atau kamus dalam bentuk digital, kini kita bisa belajar bahasa inggris mengunakan google translate sebagai kamus online. Google Translate bisa menterjemahkan bahasa Indonesia ke berbagai bahasa yang ada di dunia.
Untuk saat ini, Google Translate sebagai kamus online masih menggunakan bahasa inggris sebagai gateway untuk melakukan penterjemahan dari dan ke bahasa indonesia. Misalnya jika kta ingin melakukan terjemah dari bahasa Jerman ke bahasa indonesia, google translate akan melakukan penerjemahan ke bahasa inggris terebih dahulu baru ke bahasa indonesia dan sebaliknya.
Cara ini menghasilkan kualitas terjemahan yang kurang akurat dibandingkan dengan terjemahan secara langsung, namun pengalaman saya hasil terjemahan masih bisa dimaklumi dan bisa dimengerti maksudnya, lumayan juga hasilnya…
Google Translate ini cukup membantu kita dalam melakukan posting artikel ke blog berbahasa inggris sekaligus sebagai media belajar bahasa. Bisa juga untuk menjawab pertanyaan atau menganalisa pesan error di komputer. Dan masih banyak lagi manfaat lainnya, mau coba? silahkan berkunjung ke Google Translate.
Semoga bermanfaat…
Untuk saat ini, Google Translate sebagai kamus online masih menggunakan bahasa inggris sebagai gateway untuk melakukan penterjemahan dari dan ke bahasa indonesia. Misalnya jika kta ingin melakukan terjemah dari bahasa Jerman ke bahasa indonesia, google translate akan melakukan penerjemahan ke bahasa inggris terebih dahulu baru ke bahasa indonesia dan sebaliknya.
Cara ini menghasilkan kualitas terjemahan yang kurang akurat dibandingkan dengan terjemahan secara langsung, namun pengalaman saya hasil terjemahan masih bisa dimaklumi dan bisa dimengerti maksudnya, lumayan juga hasilnya…
Google Translate ini cukup membantu kita dalam melakukan posting artikel ke blog berbahasa inggris sekaligus sebagai media belajar bahasa. Bisa juga untuk menjawab pertanyaan atau menganalisa pesan error di komputer. Dan masih banyak lagi manfaat lainnya, mau coba? silahkan berkunjung ke Google Translate.
Semoga bermanfaat…
Panduan memilih Power Supply
Dalam merakit PC yang ideal, biasanya kita mengedepankan beberapa hardware yang menurut kita paling penting, seperti halnya mainboard, procesor, memory, VGA. Apalagi Anda yang gemar otak-atik komputer untuk mendapatkan PC games yang terbaik atau bahkan melakukan overclocking. Sedangkan Power Supply (PSU) sering di-anak tirikan.
Padahal, tanpa power supply yang baik, semua perangkat handal yang telah kita pilih tidak akan bisa bekerja dengan optimal. Mengapa demikian ?
DAYA POWER SUPPLY
jika kita membeli power supply, jelas yang kita amati adalah jumlah watt-nya. Sebenarnya ada hal yang yang lebih penting dari sekedar watt yang besar, yaitu Rails atau kanal penghantaran daya. Yang perlu diperhatikan pada spesifikasi power supply yaitu :
* Voltase = v
* Ampere = A
* Watt = W(v*A)
Dimana pada label yang tertulis pada casing PSU masing-masing rails yang paling banyak digunakan adalah +3.3v, +5v, +12v beserta arus yang melewatinya.
* +3.3v rail * 30A = 100W
* +5v rail * 30A = 150W
* +12v rail * 15A = 180W
* Total = 430 watt (adalah daya keseluruhan PSU)
Dari beberapa tabel, rail yang paling populer adalah +12 volt, karena paling banyak digunakan oleh beberapa komponen, sebagai contoh saya ambil beberpa sample hardware sbb :
* AMD X2 processor = 65 watt
* CD-ROM/RW; DVD-ROM/RW = 10 – 25 watt
* Harddisk 7200rpm = 5 – 20 watt
* SCSI drive = 10 – 40 watt
* VGA PCIe = 34 – 154 watt (tergantung jenis)
* Fan casing = @3 watt (tingal dikalikan saja dengan jumlah fan)
Bisa dihitung apakah power supply kita mencukupi untuk memberikan daya yang dibutuhkan oleh komponen dalam PC kita. Jangan sampai power supply yang kita dapatkan pada paket cassing yang kita pilih merupakan PSU yang kurang baik kualitasnya.
Beberapa merk power supply yang mengaku memiliki daya 400 watt sebenarnya hanya 30-35% saja daya realnya, terlebih saat suhu operasinya naik lebih dari 40 derajat cecius dan akan menurunkan kinerja keseluruhannya. Bisa dihitung berapa jumlah sisa dari daya PSU tersebut yang tersisa…
Begitu pula jumlah daya tiap railsnya maka akan berkurang juga kemampuan pemberian dayanya dimana pada +12v dari 180 watt menjadi hanya maksimal 90 watt dan rail yang lain pula.
Jika power supply tidak kurang baik, apa pengaruhnya bagi PC ? Beberapa pengaruh akibat ketidakmampuan PSU mensupply power bagi komponen PC yaitu :
* System tidak stabil, sering hang.
* Harddisk susah detek dan mudah rusak karena komponen ini paling peka.
* Kemampuan OC kurang.
* Panas procesor berlebih
* Mengurangi umur bahkan merusak perangkat CPU lainnya, terlebih jika ripple/noise tegangan PSU terlampau tinggi, sangat-sangat berbahaya bagi komponen PC kita
PURE PSU
Kita dapat memnentukan jenis PSU yang dapat kita gunakan, bergantung pada banyak jenis komponen dan kebiasaan yang kita lakukan pada power supply. PSU true power memilki efisiensi yang tinggi hingga 85% lebih.
Selain itu adanya beberapa pure PSU yang menggunakan dual rails (2 kanal +12v) pada +12v membantu dalam hal pendistribusian daya yang lebih efisien.
Biasanya power supply true power ini memiliki fisik yang jauh lebih berat karena memliki komponen yang lebih baik dan banyak terutama trafo yang lebih besar juga disrtai heatsink/fan yang baik pula.
Contoh pure power supply yang baik menurut saya diantaranya Acbel, FSP, Tagan, Aopen, Corsair. Merk-merk tersebut bahkan memiliki peak watt yang lebih besar dibandingkan dengan yang tertulis.
Lebih baik Anda menginvestasikan power supply yang baik meskipun dengan harga sedkit lebih mahal, namun stabilitas dan keawetan komponen lebih terjaga. Jika sistem PC Anda merupakan kategori mainstream, dengan VGA SLI maka minimal 400 pure power adalah syarat minimal, raol +12v adalah diatas 18A atau 26A combined.
Untuk Anda yag gemar Over Clocking, atau PC Anda adalah high/extreem dengan fasilitas 4 slot SLI, Quad CF maka lebih baik lagi daya PSU Anda diatas 550 watt dengan dual rail atau quad rail 36A keatas.
Semoga bermanfaat…
Padahal, tanpa power supply yang baik, semua perangkat handal yang telah kita pilih tidak akan bisa bekerja dengan optimal. Mengapa demikian ?
DAYA POWER SUPPLY
jika kita membeli power supply, jelas yang kita amati adalah jumlah watt-nya. Sebenarnya ada hal yang yang lebih penting dari sekedar watt yang besar, yaitu Rails atau kanal penghantaran daya. Yang perlu diperhatikan pada spesifikasi power supply yaitu :
* Voltase = v
* Ampere = A
* Watt = W(v*A)
Dimana pada label yang tertulis pada casing PSU masing-masing rails yang paling banyak digunakan adalah +3.3v, +5v, +12v beserta arus yang melewatinya.
* +3.3v rail * 30A = 100W
* +5v rail * 30A = 150W
* +12v rail * 15A = 180W
* Total = 430 watt (adalah daya keseluruhan PSU)
Dari beberapa tabel, rail yang paling populer adalah +12 volt, karena paling banyak digunakan oleh beberapa komponen, sebagai contoh saya ambil beberpa sample hardware sbb :
* AMD X2 processor = 65 watt
* CD-ROM/RW; DVD-ROM/RW = 10 – 25 watt
* Harddisk 7200rpm = 5 – 20 watt
* SCSI drive = 10 – 40 watt
* VGA PCIe = 34 – 154 watt (tergantung jenis)
* Fan casing = @3 watt (tingal dikalikan saja dengan jumlah fan)
Bisa dihitung apakah power supply kita mencukupi untuk memberikan daya yang dibutuhkan oleh komponen dalam PC kita. Jangan sampai power supply yang kita dapatkan pada paket cassing yang kita pilih merupakan PSU yang kurang baik kualitasnya.
Beberapa merk power supply yang mengaku memiliki daya 400 watt sebenarnya hanya 30-35% saja daya realnya, terlebih saat suhu operasinya naik lebih dari 40 derajat cecius dan akan menurunkan kinerja keseluruhannya. Bisa dihitung berapa jumlah sisa dari daya PSU tersebut yang tersisa…
Begitu pula jumlah daya tiap railsnya maka akan berkurang juga kemampuan pemberian dayanya dimana pada +12v dari 180 watt menjadi hanya maksimal 90 watt dan rail yang lain pula.
Jika power supply tidak kurang baik, apa pengaruhnya bagi PC ? Beberapa pengaruh akibat ketidakmampuan PSU mensupply power bagi komponen PC yaitu :
* System tidak stabil, sering hang.
* Harddisk susah detek dan mudah rusak karena komponen ini paling peka.
* Kemampuan OC kurang.
* Panas procesor berlebih
* Mengurangi umur bahkan merusak perangkat CPU lainnya, terlebih jika ripple/noise tegangan PSU terlampau tinggi, sangat-sangat berbahaya bagi komponen PC kita
PURE PSU
Kita dapat memnentukan jenis PSU yang dapat kita gunakan, bergantung pada banyak jenis komponen dan kebiasaan yang kita lakukan pada power supply. PSU true power memilki efisiensi yang tinggi hingga 85% lebih.
Selain itu adanya beberapa pure PSU yang menggunakan dual rails (2 kanal +12v) pada +12v membantu dalam hal pendistribusian daya yang lebih efisien.
Biasanya power supply true power ini memiliki fisik yang jauh lebih berat karena memliki komponen yang lebih baik dan banyak terutama trafo yang lebih besar juga disrtai heatsink/fan yang baik pula.
Contoh pure power supply yang baik menurut saya diantaranya Acbel, FSP, Tagan, Aopen, Corsair. Merk-merk tersebut bahkan memiliki peak watt yang lebih besar dibandingkan dengan yang tertulis.
Lebih baik Anda menginvestasikan power supply yang baik meskipun dengan harga sedkit lebih mahal, namun stabilitas dan keawetan komponen lebih terjaga. Jika sistem PC Anda merupakan kategori mainstream, dengan VGA SLI maka minimal 400 pure power adalah syarat minimal, raol +12v adalah diatas 18A atau 26A combined.
Untuk Anda yag gemar Over Clocking, atau PC Anda adalah high/extreem dengan fasilitas 4 slot SLI, Quad CF maka lebih baik lagi daya PSU Anda diatas 550 watt dengan dual rail atau quad rail 36A keatas.
Semoga bermanfaat…
Mengenal Teknologi Harddisk
Pada tutorial kali ini saya akan membahas tentang teknologi harddisk. Kebanyakan dari kita mengenal harddisk hanya dari space/kapasitas, serta merek dagang saja, namun tidak melihat hal lainnya.
Harddisk merupakan media penyimpanan sekunder, dimana data disimpan sebagai pulsa magnetik pada piringan metal yang terintegrasi. Data disimpan dalam lingkaran konsentris yang disebut track. Tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal sebagai sector.
Untuk melakukan proses baca tulis data dari dan ke piringan harddisk menggunakan head untuk melakukannya, head berada di setiap piringan. Head inilah yang bergerak mencari sector-sector tertentu untuk dilakukan operasi terhadapnya. Waktu yang diperlukan untuk mencari sector adalah seek time. Setelah menemukan sector yang diinginkan, maka head akan berputar untuk mencari track. Waktu yang diperlukan untuk mencari track ini dinamakan latency. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih harddisk, sebagai berikut :
1. Ukuran (Size)
Ukuran yang menjadi standart pasar saat ini sekitar 80-160Gb. namun saya sarankan untuk memilih yang lebih besar kapasitasnya karena tuntutan data yang semakin besar. Jadi semakin besar kapasitas harddisk semakin banyak pula data yang dapat disimpan.
Besarnya buffer/cache memory pada harddisk sangat berpengaruh pada kecepatan kinerja dengan durasi waktu. Rata-rata harddisk menggunakan cache sebesar 2 Mb, 8Mb, bahkan 16Mb.
2. PATA atau SATA
Saya lebih menyarankan untuk memilih SATA (Serial ATA) daripada PATA (Parallel ATA) jika mainbord Anda mendukung SATA, karena beberapa faktor diantaranya, kecepatan transfer SATA lebih cepat (150Mbps) dan kabel yang digunakan SATA lebih kecil sehingga air flow di dalam casing PC tidak terganggu. Sedangkan harddisk PATA (100-133Mbps), harddisk SATA II lebih cepat lagi (300Mbps-3Gbps).
3. Speed / Kecepatan Putar
Harddisk diputar oleh motor dengan kecepatan tertentu. Semakin cepat putaran motor tentu saja kecepatan baca semakin cepat. Biasanya speed harddisk yang ada dipasaran saat ini berkisar antara 5400rpm sampai 7200rpm.
Penggunaan fan cooler untuk harddsik mungkin dibutuhkan untuk menjaga chipset harddisk agar suhu tetap terjaga dalam pemakaian jangka lama, namun riset google menyebutkan bahwa kerusakan harddisk lebih banyak ditemukan pada harddisk pada suhu dibawah rata-rata.
Kualitas listrik juga sangat berpengaruh, naik turunnya tegangan mudah merusakkan komponen pada harddisk maupun komponen PC Anda lainnya. Untuk menghindari kerusakan fisik yang disebabkan oleh listrik maka gunakan stabilizer atau UPS, serta gunakan Power Supply yang baik/bagus, kalau bisa yang true power.
4. Buffer Memory
Banyak dari pembeli harddisk tidak mengindahkan hal ini. Sebelum data dari harddisk dikirim ke memory utama untuk diproses, data tersebut selalu masuk dulu ke dalam Buffer Memory (seperti RAM) yang terdapat pada controller harddisk . Hal ini dilakukan untuk mencegah antrian yang panjang dalm membaca harddisk. Semakin besar ukuran buffer yang terdapat pada harddisk, maka akan semakin baik/cepat pembacaan dan penulisan data.
Semoga bermanfaat…
Harddisk merupakan media penyimpanan sekunder, dimana data disimpan sebagai pulsa magnetik pada piringan metal yang terintegrasi. Data disimpan dalam lingkaran konsentris yang disebut track. Tiap track dibagi dalam beberapa segment yang dikenal sebagai sector.
Untuk melakukan proses baca tulis data dari dan ke piringan harddisk menggunakan head untuk melakukannya, head berada di setiap piringan. Head inilah yang bergerak mencari sector-sector tertentu untuk dilakukan operasi terhadapnya. Waktu yang diperlukan untuk mencari sector adalah seek time. Setelah menemukan sector yang diinginkan, maka head akan berputar untuk mencari track. Waktu yang diperlukan untuk mencari track ini dinamakan latency. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih harddisk, sebagai berikut :
1. Ukuran (Size)
Ukuran yang menjadi standart pasar saat ini sekitar 80-160Gb. namun saya sarankan untuk memilih yang lebih besar kapasitasnya karena tuntutan data yang semakin besar. Jadi semakin besar kapasitas harddisk semakin banyak pula data yang dapat disimpan.
Besarnya buffer/cache memory pada harddisk sangat berpengaruh pada kecepatan kinerja dengan durasi waktu. Rata-rata harddisk menggunakan cache sebesar 2 Mb, 8Mb, bahkan 16Mb.
2. PATA atau SATA
Saya lebih menyarankan untuk memilih SATA (Serial ATA) daripada PATA (Parallel ATA) jika mainbord Anda mendukung SATA, karena beberapa faktor diantaranya, kecepatan transfer SATA lebih cepat (150Mbps) dan kabel yang digunakan SATA lebih kecil sehingga air flow di dalam casing PC tidak terganggu. Sedangkan harddisk PATA (100-133Mbps), harddisk SATA II lebih cepat lagi (300Mbps-3Gbps).
3. Speed / Kecepatan Putar
Harddisk diputar oleh motor dengan kecepatan tertentu. Semakin cepat putaran motor tentu saja kecepatan baca semakin cepat. Biasanya speed harddisk yang ada dipasaran saat ini berkisar antara 5400rpm sampai 7200rpm.
Penggunaan fan cooler untuk harddsik mungkin dibutuhkan untuk menjaga chipset harddisk agar suhu tetap terjaga dalam pemakaian jangka lama, namun riset google menyebutkan bahwa kerusakan harddisk lebih banyak ditemukan pada harddisk pada suhu dibawah rata-rata.
Kualitas listrik juga sangat berpengaruh, naik turunnya tegangan mudah merusakkan komponen pada harddisk maupun komponen PC Anda lainnya. Untuk menghindari kerusakan fisik yang disebabkan oleh listrik maka gunakan stabilizer atau UPS, serta gunakan Power Supply yang baik/bagus, kalau bisa yang true power.
4. Buffer Memory
Banyak dari pembeli harddisk tidak mengindahkan hal ini. Sebelum data dari harddisk dikirim ke memory utama untuk diproses, data tersebut selalu masuk dulu ke dalam Buffer Memory (seperti RAM) yang terdapat pada controller harddisk . Hal ini dilakukan untuk mencegah antrian yang panjang dalm membaca harddisk. Semakin besar ukuran buffer yang terdapat pada harddisk, maka akan semakin baik/cepat pembacaan dan penulisan data.
Semoga bermanfaat…
7 kiat memilih netbook idaman
Laptop mini atau yang dikenal dengan netbook saat ini tengah membanjiri pasar. Ukuran mungil, bobot ringan, serta harga yang relatif terjangkau memang cukup menggiurkan. Namun, jangan gegabah saat hendak membeli gadget yang satu ini, agar tidak menyesal di kemudian hari. Ada baiknya, Anda simak tujuh kiat memilih netbook idaman berikut ini :
1. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda dan sesuaikan dengan budget yang ada.
Sebelum membeli netbook, Anda harus mengetahui kebutuhan Anda. Apakah Anda membutuhkan sebuah piranti berbobot ringan untuk mempermudah akses internet? Atau Anda membutuhkan laptop yang sarat fitur? Jika memang Anda membutuhkan fitur yang banyak, lebih baik Anda mengurungkan niat untuk membeli netbook dan memilih untuk membeli laptop. Netbook cocok digunakan untuk surfing,presentasi dan pekerjaan dengan Office. Sedangkan laptop cocok digunakan untuk mengedit video atau pekerjaan multimedia lainnya.
2. Belilah netbook dengan ukuran layar 8,9 inchi atau yang berukuran lebih lebar.
Saat membeli netbook, perhatikan ukuran layar. Usahakan untuk membeli netbook dengan ukuran layar minimal 8,9 inchi. Ukuran yang terlalu kecil akan mengurangi kenyamanan Anda saat menggunakan netbook, karena tidak dapat melihat halaman situs secara keseluruhan.
3. Pastikan netbook pilihan Anda ditunjang dengan baterai 6 sel.
Baterai 6 sel akan memberi kesempatan kepada Anda untuk menggunakan netbook dalam durasi waktu yang relatif lama.Misalnya, netbook Eee PC 1000 Asus, dan Eee Pc 901 yang tahan hingga delapan jam.
4. Cobalah keypad netbook, dan pastikan itu nyaman untuk jari-jari Anda.
Sebelum memutuskan untuk memboyong pulang sebuah netbook, sebaiknya Anda mencoba terlebih dahulu keypad pada netbook pilihan Anda. Pastikan bahwa keypad tersebut nyaman digunakan.
5. Cermati software apa yang digunakan pada netbook tersebut.
Sebelum memutuskan membeli netbook, terlebih dahulu cermati, software apa yang digunakan pada netbook tersebut. Apakah software tersebut sesuai dengan keinginan Anda, misalnya Windows XP atau Linux.
6. Pertimbangkan harga netbook.
Lazimnya, sebuah netbook akan ditawarkan pada kisaran harga di bawah US$ 500. Jika harga netbook tersebut melampaui harga US$ 500, pertimbangkan lagi keinginan Anda untuk membeli netbook. Karena harga tersebut sudah mendekati harga laptop biasa, yang menyediakan fitur lebih lengkap daripada netbook.
7. Pertimbangkan fitur-fitur apa saja yang terdapat di netbook tersebut.
1. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda dan sesuaikan dengan budget yang ada.
Sebelum membeli netbook, Anda harus mengetahui kebutuhan Anda. Apakah Anda membutuhkan sebuah piranti berbobot ringan untuk mempermudah akses internet? Atau Anda membutuhkan laptop yang sarat fitur? Jika memang Anda membutuhkan fitur yang banyak, lebih baik Anda mengurungkan niat untuk membeli netbook dan memilih untuk membeli laptop. Netbook cocok digunakan untuk surfing,presentasi dan pekerjaan dengan Office. Sedangkan laptop cocok digunakan untuk mengedit video atau pekerjaan multimedia lainnya.
2. Belilah netbook dengan ukuran layar 8,9 inchi atau yang berukuran lebih lebar.
Saat membeli netbook, perhatikan ukuran layar. Usahakan untuk membeli netbook dengan ukuran layar minimal 8,9 inchi. Ukuran yang terlalu kecil akan mengurangi kenyamanan Anda saat menggunakan netbook, karena tidak dapat melihat halaman situs secara keseluruhan.
3. Pastikan netbook pilihan Anda ditunjang dengan baterai 6 sel.
Baterai 6 sel akan memberi kesempatan kepada Anda untuk menggunakan netbook dalam durasi waktu yang relatif lama.Misalnya, netbook Eee PC 1000 Asus, dan Eee Pc 901 yang tahan hingga delapan jam.
4. Cobalah keypad netbook, dan pastikan itu nyaman untuk jari-jari Anda.
Sebelum memutuskan untuk memboyong pulang sebuah netbook, sebaiknya Anda mencoba terlebih dahulu keypad pada netbook pilihan Anda. Pastikan bahwa keypad tersebut nyaman digunakan.
5. Cermati software apa yang digunakan pada netbook tersebut.
Sebelum memutuskan membeli netbook, terlebih dahulu cermati, software apa yang digunakan pada netbook tersebut. Apakah software tersebut sesuai dengan keinginan Anda, misalnya Windows XP atau Linux.
6. Pertimbangkan harga netbook.
Lazimnya, sebuah netbook akan ditawarkan pada kisaran harga di bawah US$ 500. Jika harga netbook tersebut melampaui harga US$ 500, pertimbangkan lagi keinginan Anda untuk membeli netbook. Karena harga tersebut sudah mendekati harga laptop biasa, yang menyediakan fitur lebih lengkap daripada netbook.
7. Pertimbangkan fitur-fitur apa saja yang terdapat di netbook tersebut.
Tingkatkan performa komputer dengan software
Setelah Anda melakukan peningkatan performa komputer dengan melakukan upgrade secara hardware, maka jalan yang lebih murah lagi adalah meningkatkan dengan software. Untuk menjaga performa komputer agar tetap stabil adalah dengan merawatnya secara software juga. Banyak dari pengguna komputer bersistem operasi windows tidak memperhatikan file penting pada sitem operasinya, saya sering menjumpai penguna komputer sering menginstall beberapa software, lalu menghapus hasil install secara langsung, bahkan dari program yang telah di-uninstall sekalipun terkadang masih meninggalkan sampah registry pada sistem operasi.
System registry pada windows memang cukup penting, karena saat pertama dijalankan maka windows tetap berpegangan pada sistem registry ini. Semua catatan yang menyangkut pada sistem ada pada sitem registry. Jadi apabila Anda meng-uninstall maka tidak semata-mata catatan pada registry bisa terhapus begitu saja. Bahkan sistem registry ini juga perlu di-defrag sendiri, artinya kita harus melakukan defrag khusus untuk registrynya. Ada banyak aplikasi yang menawarkan perawatan pada sistem registry, salah satunya adalah TunUp Utilities ngga promosi program lho
Aplikasi ini bisa menjadi solusi untuk sistem operasi windows. Dengan menggunakan utilities ini, Anda tidak hanya bisa memperbaiki sistem registry komputer saja, melainkan banyak hal, seperti menghapus file temporary, defrag harddisk, increase performance windows, kustomisasi windows dll.
tu
Menggunakan utilities ini hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk memperbaiki dan membersihkan sampah-sampah pada sistem operasi windows, pilihan ini menghindari pemakai untuk meng-install ulang komputer yang notabene memerlukan waktu lebih lama lagi. TuneUp Utilities tetap menyajikan informasi dan laporan error link dari sitem operasi sebelum melakukan penghapusan.
Saya sering menggunakan utilities ini untuk mengembalikan performa laptop saya, semoga bermanfaat…
System registry pada windows memang cukup penting, karena saat pertama dijalankan maka windows tetap berpegangan pada sistem registry ini. Semua catatan yang menyangkut pada sistem ada pada sitem registry. Jadi apabila Anda meng-uninstall maka tidak semata-mata catatan pada registry bisa terhapus begitu saja. Bahkan sistem registry ini juga perlu di-defrag sendiri, artinya kita harus melakukan defrag khusus untuk registrynya. Ada banyak aplikasi yang menawarkan perawatan pada sistem registry, salah satunya adalah TunUp Utilities ngga promosi program lho
Aplikasi ini bisa menjadi solusi untuk sistem operasi windows. Dengan menggunakan utilities ini, Anda tidak hanya bisa memperbaiki sistem registry komputer saja, melainkan banyak hal, seperti menghapus file temporary, defrag harddisk, increase performance windows, kustomisasi windows dll.
tu
Menggunakan utilities ini hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk memperbaiki dan membersihkan sampah-sampah pada sistem operasi windows, pilihan ini menghindari pemakai untuk meng-install ulang komputer yang notabene memerlukan waktu lebih lama lagi. TuneUp Utilities tetap menyajikan informasi dan laporan error link dari sitem operasi sebelum melakukan penghapusan.
Saya sering menggunakan utilities ini untuk mengembalikan performa laptop saya, semoga bermanfaat…
Upgrade harddisk laptop
Upgrade komponen hardware merupakan suatu kebutuhan bagi pengguna komputer, apalagi bagi Anda yang mendambakan performa komputer selalu yahud, iya nggak? entah itu bagi mereka yang merasa performa komputer yang dimiliki semakin lambat, atau karena suatu kebutuhan tertentu yang mengharuskan melakukan upgrade komponen hardware.
Kebetulan kemaren saya dimintai tolong oleh salah seorang sahabat untuk upgrade harddisk laptop milik dia, Acer Aspire 4720Z. Harddisk bawaannya sebesar 80Gb dan akan diupgrade menjadi 250Gb (genit) dan yang lama dijadiin harddisk eksternal. Setelah semua perlengkapan tersedia langsung deh masuk ruang operasi untuk upgrade harddisk laptop.
Komponen hardware laptop acer aspire 4720Z, upgrade harddisk laptop
Cukup kaget juga begitu saya bongkar laptop Acer Aspire 4720Z busyet dah… begitu buka pelindung yang berada di bawah laptop ternyata langsung bisa diliat seluruh jeroannya, ada processor, north bridge, RAM, dan harddisk, kecuali WLAN yang diletakkan tidak dalam satu wadah, jadi sangat dimungkinkan untuk upgrade processor juga (bigeyes) Sangat berbeda dengan laptop kesayangan (Compaq) yang setiap komponen hardwarenya dilindungi oleh pelindung sendiri.
Simpel aja sih untuk upgrade harddisk laptop, seperti pada gambar dibawah
Proses upgrade harddisk laptop on acer aspire 4720Z
Keterangan gambar
1. Lepas penyangga harddisk dengan laptop
2. Geser ke arah kiri untuk melepas harddisk, geser ke arah kanan untuk memasang harddisk kembali
3. Lepas harddisk lama dari laptop
4. Lepas penyangga pada harddisk
5. Ganti dengan harddisk yang baru, jangan lupa pasang kembali penyangga harddisknya, dan hubungkan ke mainboard. Kencangkan semua mur dan tutup kembali pelindung hardware
6. Nyalakan komputer dan cek BIOS, harddisk baru sudah dikenali apa belum, gambar yang diberi kotak merah menandakan harddisk berhasil dikenali oleh BIOS
Tips upgrade harddisk laptop
* Sebelum Anda melakukan upgrade harddisk, pastikan tipe harddisk yang Anda gunakan terlebih dahulu, apakah ATA atau SATA, biasanya bisa dilihat pada stiker yang tertempel di laptop, bisa juga dilihat pada dos laptop atau website resminya. Beberapa merk laptop biasanya menggunakan converter khusus (terpisah) untuk menghubungkan antara harddisk dengan mainboard laptop (contoh pada laptop Compaq). Nah pada kasus upgrade harddisk laptop milik teman saya, converternya sudah ada dalam mainboardnya, jadi lebih mudah untuk melakukan proses upgrade.
* Laptop HARUS dalam keadaan MATI pada saat proses upgrade hardware berlangsung
Kebetulan kemaren saya dimintai tolong oleh salah seorang sahabat untuk upgrade harddisk laptop milik dia, Acer Aspire 4720Z. Harddisk bawaannya sebesar 80Gb dan akan diupgrade menjadi 250Gb (genit) dan yang lama dijadiin harddisk eksternal. Setelah semua perlengkapan tersedia langsung deh masuk ruang operasi untuk upgrade harddisk laptop.
Komponen hardware laptop acer aspire 4720Z, upgrade harddisk laptop
Cukup kaget juga begitu saya bongkar laptop Acer Aspire 4720Z busyet dah… begitu buka pelindung yang berada di bawah laptop ternyata langsung bisa diliat seluruh jeroannya, ada processor, north bridge, RAM, dan harddisk, kecuali WLAN yang diletakkan tidak dalam satu wadah, jadi sangat dimungkinkan untuk upgrade processor juga (bigeyes) Sangat berbeda dengan laptop kesayangan (Compaq) yang setiap komponen hardwarenya dilindungi oleh pelindung sendiri.
Simpel aja sih untuk upgrade harddisk laptop, seperti pada gambar dibawah
Proses upgrade harddisk laptop on acer aspire 4720Z
Keterangan gambar
1. Lepas penyangga harddisk dengan laptop
2. Geser ke arah kiri untuk melepas harddisk, geser ke arah kanan untuk memasang harddisk kembali
3. Lepas harddisk lama dari laptop
4. Lepas penyangga pada harddisk
5. Ganti dengan harddisk yang baru, jangan lupa pasang kembali penyangga harddisknya, dan hubungkan ke mainboard. Kencangkan semua mur dan tutup kembali pelindung hardware
6. Nyalakan komputer dan cek BIOS, harddisk baru sudah dikenali apa belum, gambar yang diberi kotak merah menandakan harddisk berhasil dikenali oleh BIOS
Tips upgrade harddisk laptop
* Sebelum Anda melakukan upgrade harddisk, pastikan tipe harddisk yang Anda gunakan terlebih dahulu, apakah ATA atau SATA, biasanya bisa dilihat pada stiker yang tertempel di laptop, bisa juga dilihat pada dos laptop atau website resminya. Beberapa merk laptop biasanya menggunakan converter khusus (terpisah) untuk menghubungkan antara harddisk dengan mainboard laptop (contoh pada laptop Compaq). Nah pada kasus upgrade harddisk laptop milik teman saya, converternya sudah ada dalam mainboardnya, jadi lebih mudah untuk melakukan proses upgrade.
* Laptop HARUS dalam keadaan MATI pada saat proses upgrade hardware berlangsung
Langganan:
Postingan (Atom)